Auto Viewers Youtube Free

Siapa yang tidak kenal dengan YouTube? pasti kenal donk gan :D Youtube adalah Situs yang biasa di gunakan untuk mencari suatu Video, Saat kita meng-upload video kita ke youtube tanpa ada viewers rasanya kurang GREGET xD! karna itu saya akan buat post tentang Software Auto Viewers Youtube

Langsung aja Cekidot >> DOWNLOAD <<
Ingin koneksi cepat berkualitas? download film berjam-jam? saya punya solusinya :D

Masuk ke Group Kami "Black Cyber-SSH"

di sana kami hanya menerima kuota 25 orang, agar tidak berebutan jika terlalu banyak orang
Sekarang Kuota terisi 17/25 orang

Keuntungan masuk :

  • Di Share SSH Fresh setiap Harinya
  • Free VPN setiap 4-7 Hari sekali
  • Tutorial menggunakan SSH
  • Memecahkan Solusi untuk gangguan pada modem/wifi anda
  • Trick Internetan Gratis untuk XL, Smartfren, Dll
Untuk masuk Grup kami anda hanya perlu membayar 50rb
Ini buktinya

Mempercepat koneksi internet
Contact cek di samping samping


Siapa tidak kenal dengan Twitter, jejaring sosial ini sekarang sudah mulai digunakan banyak orang seirig dengan berkembangnya jaman. Dulu orang tidak memperhatikan banyaknya Followers/ Pengikut pada akun twitternya, tetapi sekarang orang berburu untuk mendapatkan banyak followers dengan menggunakan berbagai cara sepaerti menggunakan IDs, Auto Followers, dan yang lainya. Sekarang saya membuat jasa untuk menaikan Followers Twitter anda, jangan ragu-ragu membeli Followers pada saya.


Berikut Ini adalah List Harga dari Followers yang saya jual :

- Paket 1
  @500 Followers = 15rb
  @1000 Followers = 30rb
  @3000 Followers = 75rb
  @5000 Followers = 110rb
       Keuntunganya : 1. Saya tidak memerlukan Pasword Lama, yang saya perlukan hanya Username anda
                                              2. Proses Lebih Cepat, selambat-lambatnya sampai 3Hari
       Kerugian              : Harga Lebih Mahal dari Paket 2

- Paket 2
   @500 Followers = 10rb
   @1000 Followers = 20rb
   @3000 Followers = 50rb
   @5000 Followers = 85rb
        Keuntungan : Harga Lebih Murah
        Kerugian        : 1. Saya Memerlukan Username dan Pasword Twitter Anda
                                         2. Proses Lebih Lambat, selambat-lambatnya bisa sampai 10hari


Untuk harga di atas hanya untuk pembayaran Melalui Transfer ATM BRI, Mandiri, CIMB Niaga
Untuk Pembayaran Melalui Pulsa pembayaran +5% dari harga di atas
No. Rekening bisa di DM ke Twitter saya @MrAlFanz

Contact :
Whats App    085728555716
PIN BB                275935FF
Twitter          @BuntaSadao
Facebook       fb.com/cheaterz.mkz
Protes Wildan, Hacker Serang Situs Pemerintah


Ditangkapnya Wildan, hacker peretas situs presidensby.info memancing reaksi dari geng hacker lain. Sejumlah situs pemerintah yang berakhir .go.id satu persatu diserang.

"Government of Indonesia, you cannot arrest an idea NO ARMY CAN STOP US #Anonymous #OpFreeWildan #FreeAnon http://t.co/imUWTM98," demikian pernyataan yang disampaikan hacker.

Hacker masih beraksi menumbangkan beberapa situs pemerintah. Sebagian situs tampilannya di-deface dan diganti dengan pesan berisi peringatan. Salah satunya sub domain situs Mahkamah Agung yang beralamat di rakernas.mahkamahagung.go.id.

"Wahai pemerintah, dengar suara ini. Janganlah kau menjadi tirani, dengan membekap kebebasan kami Hacker bukan perusak, Defacer bukan maling dan tukang korupsi Sehingga harus kau pasung di dalam bui.

Wahai pemerintah, bukalah mata dan telinga Kami hanya tunjukkan kelemahan di system anda Supaya anda bisa memperkuat semua akses data Kenapa harus kau hadiahi dengan penjara dan denda.

Wahai pemerintah, harusnya kau bijak dan tidak berpaling Bina kami untuk kembangkan seni hacking Karena kami selalu siap mem-backing Ketika ada serangan defacing dari negara asing."

Demikian bunyi pesan yang ditinggalkan hacker yang menamakan diri sebagai Penjaga Masjid di situs tersebut. 

Menurut pantauan Liputan6.com, situs lain milik pemerintah yang sampai saat ini masih terkena defaceadalah situs Bappeda yang beralamat di http://bappeda.bireuenkab.go.id.

Tampilan situs tersebut dipermak, hacker meninggalkan pesan berbunyi: "Koruptor dihukum 5 tahun penjara, defacer dihukum 12 tahun penjara". Tampak pula terpampang gambar kartun yang menyerupai tokoh Warkop bernama Kasino dan tulisan berbunyi: Gile lu ndro,.." . Lalu di bagianbawahnya hacker meninggalkan jati diri sebagaiJomblolicious.

Kepada siapakah kita mengadu ??

 PERHATIAN!!!!!
Kami para hacker indonesia tidak terima dengan system hukum indonesia yang sangat lemah.

Kami para hacker indonesia turut menjaga dan membela jika ada hacker negara asing yang menyerang situs-situs indonesa.Meskipun itu hanya dunia Maya itulah bentuk bahwa kami cinta dan tulus pada tanah air, sebagaiNasionalisme kami pada tanah air NKRI, tetapi tak kami sangka, kawan kami yang bernama Wildan hanya meretas sebuah situs SBY yang kami rasa situs tersebut sangat tidak berpengaruh bagi masyarakat awam.

Dan lebih teganya lagilagi seorang wildan tidak mendelete database dari situs tersebut, kami merasa kecewa atas hukuman yang dijatuhkan oleh pemerintah kepada seorang kawan kami dengan hukuman 15 tahun penjara, seharusnya pemerintah berterima kasih kepadanya karena masih di ingatkan bahwa system keamanan IT kita dan situs itu sangat lemah.

Maka dari itu kami memohon bantuan hukum dan segera bebaskan Wildan,  atau kami para hackerindonesia akan meretas semua situs resmi indonesia termasuk www.indonesia.go.id

Hacker hanya meretas Koruptor Memakan Duit Haram Cman dihukum 1-4  Tahun Apakah adil ???

Saya dan Anggota BlackCyber juga akan mengikuti untuk meretas beberapa situs-situs yang ada......


Berikut ini adalah situs yang diretas oleh HACKER INDONESIA BERSATU

http://bappeda.bireuenkab.go.id/
http://yuhermanlawoffice.com/
http://teosestudios.com.ar/
http://rakernas.mahkamahagung.go.id/
http://infoseputargresik.com/
http://sinarmas-rent.com/
http://terapia-online.org.ar/
http://yuhermanlawoffice.com/
http://teosestudios.com.ar/
http://partaidamaisejahtera.co/
http://beritadewata.com/
http://bappeda.probolinggokab.go.id/
http://perpustakaan.ngawikab.go.id/
http://humas.ngawikab.go.id/wp-admin/
http://telkomselmakassar.com/
http://pojok-referensi.com/
http://om-techno.com/
http://kriyasaranaemas.com/
http://koranmakassaronline.com/
http://jayatranscargo.net/
http://batufosilkayu.com/
http://www.abadikitabersama.com/
http://almiratanahabang.com/
http://souprestaurant.co.id/
http://myprosmartpropolis.com/
http://timedia.info/
http://fisip-aceh.com/
http://tiketmaskapai.com/
http://clothesindo.com/
http://smpnmenawi.sch.id/
http://ditkeu.ugm.ac.id/
http://rsa.ugm.ac.id/beta/
http://chess.ukm.ugm.ac.id/
http://www.bpurwoko.staff.ugm.ac.id/
http://geolink.geo.ugm.ac.id/
http://semnastat.ugm.ac.id/
http://js.ugm.ac.id/index.php
http://kmsep.faperta.ugm.ac.id/
http://maksi.feb.ugm.ac.id/
http://mecc.ft.ugm.ac.id/
http://mppdas.geo.ugm.ac.id/
http://nina.staff.ugm.ac.id/
http://mandarin.sv.ugm.ac.id/
http://sigpw.geo.ugm.ac.id/
http://piogama.ugm.ac.id/
http://andrikur.staff.ugm.ac.id/
http://akuntansi.feb.ugm.ac.id/
http://www.ajtw.ugm.ac.id/
http://pa.fisipol.ugm.ac.id/
http://www.basketball.ukm.ugm.ac.id/
http://arief-arb.staff.ugm.ac.id/
http://bem.feb.ugm.ac.id/
http://biologi.ugm.ac.id/
http://bimasakti.wg.ugm.ac.id/
http://www.bertha-sopha.staff.ugm.ac.id/
http://bppf.ft.ugm.ac.id/
http://cicp.psikologi.ugm.ac.id/
http://www.skmbulaksumur.ugm.ac.id/
http://purbasari.staff.ugm.ac.id/
http://www.disastermanagement.geo.ugm.ac.id/
http://management-event.feb.ugm.ac.id/
http://www.guntur.staff.ugm.ac.id/
http://www.gc.ukm.ugm.ac.id/
http://himatipa.tp.ugm.ac.id/
http://hpm.fk.ugm.ac.id/
http://pa-solok.go.id/
http://kicks4confidence.org/
http://morganafoxstudios.com/
http://pantaicarita.com/
http://pn-kualakapuas.go.id/
http://karangtarunabekasi.com/
http://infobanjarbaru.com/
http://balitbangkotamojokerto.net/
http://tanahabangcollections.com/
http://alatcucisteam.com/
http://mobilsuzukimurah.com/
http://karyabangun-cv.com/
http://amazingsoccertips.net/
http://retroutama.com/
http://smpn2kedungtuban.sch.id/
http://smpn2kedungtuban.sch.id/
http://mipi.co.id/index.php?mod=masalah_otot
http://gemarmatematika.com/
http://gildesign.us/
http://kp2tsp-pidie.com/
http://tokohsurakarta.com/




Grup yang menamakan diri sebagai Anonymous Indonesia ternyata tak ada kaitannya dengan Anonymous internasional. Mereka pun mengaku tak ambil pusing soal pencatutan nama tersebut.

Seperti diketahui, saat ini kelompok hacker Anonymous Indonesia tengah ramai diperbincangkan. Pasalnya, mereka sempat melumpuhkan beberapa situs pemerintah. Seluruh situs diretas dengan mengubah tampilan halaman muka (deface), sebuah cara umum saat hacker belia ingin unjuk gigi.

Setelah dikonfirmasi, grup Anonymous Indonesia tidak berkaitan dengan Anonymous internasional. Kelompok Anonymous internasional sendiri telah dikenal 'kesaktiannya' melumpuhkan sejumlah situs besar mancanegara. Bahka jaringan keamanan tingkat tinggi seperti PlayStaion Network pun dibuat tak berdaya.

"Tidak ada," ujar salah satu anggota Anonymous, saat ditanya detikINET soal keterkaitannya dengan aksi protes pembebasan peretas situs SBY itu.

Grup Anonymous sendiri mempunyai beberapa kode etik saat mereka melakukan aksinya. Dan dari seluruh kode etik yang ia paparkan, tak satu pun terlihat pada gerakan #OpfreeWildan yang digagas Anonymous Indonesia itu.

Pun demikian, kelompok peretas Anonymous mengaku tak masalah jika ada kelompok yang ingin menggunakan nama tersebut. 

"Ya, Anonymous itu kan bisa siapa saja, dan kami menganggap ini bukan urusan kami karena belum menyentuh kode etik. Jadi ya sudah biarkan saja," lanjut hacker yang tidak bersedia dibeberkan identitasnya itu.



Dikutip Dari detikNET


Kelompok hacker Anonymous kembali beraksi. Kali ini menyerang website milik pemerintah AS, tepatnya Departemen Hukum Federal negeri Paman Sam tersebut. 

Anonymous melancarkan aksinya sebagai aksi protes terkait kasus bunuh 
diri yang dialami oleh Aaron Swartz. Banyak kalangan menduga, bunuh diri yang dilakukan Aaron akibat tekanan dari pemerintah AS dan pihak kampus Massachusetts Institute of Technology (MIT). 

"Aaron Swartz terbunuh karena dia dipaksa bermain dalam sebuah permainan yang takkan dimenangkannya. Sebuah permainan dimana yang menang justru orang yang tidak berada dalam permainan tersebut," demikian pesan Anonymous yang ditampilkan pada halaman depan website Departemen Hukum Federal AS.

Lebih lanjut, Anonymous mengatakan aksi mereka itu masih merupakan 'makanan pembuka' alias belum ada apa-apanya. Jika tidak ada tindakan nyata terkait kasus bunuh diri Aaron, Anonymous mengancam akan mempermalukan institusi pemerintahan tersebut dengan membeberkan sejumlah data rahasia mereka. 

Bersumber dari Vr-zone, sebelumnya Anonymous juga turut melakukan aksi hack terhadap dua website milik MIT. Aksi ini juga sama-sama dilakukan sebagai bentuk protes atas kematian pendiri situs Reddit tersebut.
Mengaku Iseng, Hacker Pembobol Situs Presiden SBY Terancam Bui

Aparat keamanan berhasil menangkap hacker pembobol situs www.presidensby.info. Sebelumnya Peretas melakukan Deface Pada Situs SBYdengan meninggalkan jejak sebagai "Jember Hacker Team". 

Wildan (22), tersangka pelaku pembobol situs resmi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kini harus bersiap menghadapi ancaman hukuman yang lumayan berat. 

Direktur II Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, Brigjen Arief Sulistyo mengatakan, Wildan dijerat dengan Pasal 22 huruf (b) UU Nomor 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi, dan Pasal 30 ayat 1, 2, 3 junto Pasal 32 ayat 1 Undang-Undang No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Dengan ancaman hukuman penjara lebih dari 6 tahun.

"Semua bukti-bukti disita, dua unit CPU. Dan pelaku sudah ditahan di Rutan Bareskrim Polri," kata dia, saat dijumpai di gedung PTIK Jakarta (29/1/2013).

Arief menjelaskan, penangkapan Wildan dilakukan pada Jumat (25/1) lalu. "Dari hasil penyelidikan, pelaku ada di sebuah warnet di Jember. Sedang online kami langsung tangkap," kata dia.

Pelaku merupakan administrator di CV Suryatama, sebuah wirausaha di bidang komunikasi dan penjualan suku cadang komputer di Jember. "Pelaku belajar komputer secara otodidak, dia tamatan STM Pembangunan, teknik sipil,"kata Arief.

Lantas apa alasan Wildan membobol situs Presiden SBY? Menurut Arief, tak ada kaitan dengan politik."Motifnya iseng saja," tutur dia.

Menurut Arief, dalam mengungkap kasus ini pihaknya sudah melakukan pemeriksaan sedikitnya kepada lima saksi.

Hacker Pembobol Situs Presiden SBY Ditangkap

Seorang remaja di Jember, Jawa Timur, diamankan tim Cyber Crime Mabes Polri karena diduga membobol situs resmi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono beberapa waktu lalu. 

Pelaku Wildan Yani Ashari yang merupakan teknisi komputer di tangkap di tempat kerjanya di warnet Surya Com di Jalan Letjen Suprapto.

Pemilik warnet Adi Kurniawan mengaku tidak tahu Wildan ditangkap termasuk beberapa rekan kerjanya. Ia hanya mengetahui pegawainya itu terakhir kali bekerja pada Jumat, 25 Januari malam. 2 HP milik Wildan hingga kini juga tidak bisa dihubungi.

Namun, ia sempat kebingungan karena keesokan paginya Sabtu, 26 Januari, mendapati pintu kantor masih terkunci. Mereka baru yakin Wildan ditangkap polisi setelah membuka paksa pintu kantor dan mendapati sepeda motor Wildan terparkir di dalam. Sementara kondisi kantor terlihat acak-acakan. Terlihat beberapa komputer juga masih menyala dan masih dalam proses perbaikan.

Saat dikonfirmasi, penangkapan terhadap Wildan ini dibenarkan Kapolres Jember AKBP Jayadi. Menurutnya tersangka ditangkap karena terlibat kasus pembobolan situs pejabat negara. Namun, ia mengaku belum mengetahui dimana keberadaan Wildan saat ini.

Menurut pengakuan sejumlah rekan tersangka, meski usianya baru 20 tahun namun kemampuan Wildan di bidang teknologi informatika cukup luar biasa. Padahal tersangka hanya lulusan SMK jurusan bangunan. 
Balas Dendam, Peretas Bobol Laman Departemen Kehakiman AS

Laman resmi jejaring Sentencing Commission Amerika Serikat yakni lembaga kehakiman yang bertanggungjawab bagi panduan penjatuhan hukuman federal, dilumpuhkan sejumlah peretas. Pembobolan ini dilakukan sebagai bentuk balas dendam terhadap kematian seorang pegiat internet atau hacker. 

Melalui pesan elektronik, mereka menuntut agar pemerintah memperbarui sistem kehakiman. Jika tidak, mereka juga mengancam akan membocorkan informasi sensitif yang diperoleh dalam serangan tersebut.

Sejumlah kantor berita melaporkan kelompok peretas 'Anonymous' ini dicurigai berada di belakang serangan itu. Dalam surat elektronik yang dikirimkan kelompok itu ditegaskan, mereka meretas jejaring milik pemerintah sebagai balas dendam atas kematian Aaron Swartz, peretas yang bunuh diri 11 Januari lalu.

Beberapa laporan menunjukkan jaksa penuntut umum federal secara agresif memburu Swartz karena diduga mengunduh jutaan artikel akademis dengan tujuan untuk membagikannya secara gratis. 

Tersangka menghadapi tuduhan melakukan kejahatan terhadap komputer federal dengan ancaman hukuman sampai 35 tahun penjara. Tersangka yang diduga tidak tahan tekanan aparat keamanan ini akhirnya memutuskan mengakhiri hidupnya.
Perangi Cybercrime, Polisi Jepang Dekati Hacker

Jepang berusaha menjalin hubungan harmonis dengan para hacker. Ini dilakukan untuk mengurangi jumlah serangan cyber dan memberantas kejahatan di dunia maya.

Kepolisian Jepang berharap hal ini dapat membantu mengumpulkan informasi lebih banyak tentang aksi kejahatan cyber yang sering terjadi. Misalnya penyebaran virus melalui kendali jarak jauh yang dilakukan dengan bantuan komputer.

Terjalinnya hubungan dengan para hacker elit ini merupakan yang pertama kali digagas oleh kepolisian Jepang. Sebelumnya polisi hanya membentuk tim untuk menangani masalah ini.

Selain itu, polisi Jepang juga mempertimbangkan untuk menjalin pertukaran personel dengan perusahaan dan universitas di bidang informasi dan komunikasi. Polisi juga mempertimbangkan untuk menyerahkan analisis cybercrime dan cyberattack ke sektor swasta.

Perusahaan itu nanti diminta mengambil langkah-langkah konkret untuk mencegah kebocoran informasi pribadi melalui aplikasi di smartphone.

Pencegahan memang menjadi cara yang dipilih Jepang dalam mengatasi kejahatan di dunia maya. Negeri matahari terbit itu bersama 10 negara Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) juga telah merencanakan jaringan cyberdefense, sebagai fasilitas komunikasi dan berbagi data.

Nampaknya program ini patut ditiru oleh negara lain yang juga sedang marak memerangi serangan cyber. Sebagaimana diketahui, baru-baru ini para hacker berhasil meretas situs resmi Presiden SBY dan situs Museum Nasional Indonesia. Bahkan di Amerika Serikat, kelompok hacker Anonymous menyerang situs lembaga hukum di AS dan mendeklarasikan 'perang' terhadap Pemerintah AS.
Penyerang Situs Presiden SBY dari Bekasi

Serangan terhadap laman resmi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dinilai bukan peretasan atau hacking. Yang terjadi adalah pengalihan alamat Internet Protokol atau IP Address. Pelakunya menggunakan sebuah hosting yang berlokasi di kawasan Bekasi, Jawa Barat.

"Ini bukan kejadian pertama, tapi tiap kali terjadi kami selalu mengambil langkah-langkah cepat untuk melakukan pemulihan agar publik bisa secepatnya mengakses kembali," kata Pemimpin Redaksi Situs Presidensby.info, Daniel Sparringa.

Laman resmi Presiden SBY memiliki dua alamat, yakni www.presidensby.info dan www.presidenri.go.id.Yang diserang kemarin ini adalah www.presidensby.info. DNS Server-nya ada yang di dalam negeri maupun luar negeri. Situs Presiden SBY ini dikelola oleh Kantor Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Politik.

Serangan terhadap laman ini selama beberapa saat pada Rabu (9/1/2013) pagi merupakan serangan kedua, yang pertama terjadi pada 2007 lalu. Kasus ini sedang ditangani Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri karena termasuk kejahatan dunia maya atau cyber crime.

Penyerangan terhadap situs Presiden SBY terjadi setiap hari, tapi selalu bisa diatasi. "Serangan serupa juga terjadi pada situs-situs pemerintah di negara manapun. Hal ini biasa terjadi," kata Daniel yang juga Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi Politik.

Sementara itu, Menkominfo Tifatul Sembiring sebelum menghadiri rapat terbatas kabinet di Kantor Presiden, kemarin menjelaskan pelaku serangan bisa dilacak asalkan log server belum dihapus atau belum rusak.

"Nanti kami akan bicarakan dengan tim untuk memindahkan DNS Server yang di luar negeri ke Indonesia," ujar Tifatul. Alternatif lainnya, DNS Server yang di Texas, Amerika Serikat, menjadi secondary.

"Seperti kasus peretasan oleh anonymous terhadap situs resmi pemerintah Israel ketika perang melawan Palestina."

Menurut Menkominfo, peretasan internet di Indonesia setahun mencapai 36,6 juta. "Kita harus lebih berhati-hati," Tifatul mengingatkan.

Ada beberapa motif yang biasanya dimiliki peretas. Motif hackers tertinggi adalah ekonomi."Kadang-kadang juga reputasi mereka, kadang-kadang orang iseng. Bagi mereka itu prestasi sendiri," kata Tifatul.
Kaspersky Temukan Jaringan Mata-mata Cyber Dunia
Perusahaan pembuat anti virus Kaspersky berhasil menemukan jaringan mata-mata cyber dunia. Berdasarkan laporan analisis Kaspersky Lab, jaringan mata-mata ini menargetkan lembaga diplomatik, pemerintah, lembaga penelitian, serta industri minyak dan gas dunia.

Tujuan utama para hacker adalah untuk mengumpulkan informasi dan dokumen penting dari organisasi yang disusupi, yang dapat membahayakan keamanan pemerintah, perusahaan atau organisasi lain dan lembaga. Selain fokus pada lembaga diplomatik dan pemerintah, mereka juga menyerang kelompok energi dan nuklir.

Media Russia Today mewartakan, Rabu (16/1/2013), Kaspersky menemukan jaringan ini melalui "Red October" atau yang dikenal juga dengan "Rocra". Jaringan inimasih aktif per Januari 2013 dan merupakan kampanye berkelanjutan sejak 2007. 

Selain komputer biasa, jaringan mata-mata cyber ini juga mampu mencuri data dari ponsel pintar, konfigurasi jaringan, bahkan memindai melalui database email.

Kecangihan "Red October" digambarkan seperti yang terjadi dalam film mata-mata Inggris James Bond. Target sistem ini menjangkau negara-negara di dunia, termasuk Eropa Barat dan Amerika Utara.

Para penyerang juga menciptakan platform serang multi-fungsi yang meliputi beberapa ekstension dan file berbahaya yang didesain untuk bisa menyesuaikan diri secara cepat dengan konfigurasi berbagai sistem dan mengambil intelijen dari komputer yang terinfeksi.

"Sebagian besar infeksi akibat jaringan mata-mata itu terlihat pada negara-negara eks Uni Soviet, termasuk Rusia. Bahkan, beberapa juga terlihat di Amerika Utara," kata Vitaly Kamluk, ahli malware dari Kaspersky.

Hacker telah menciptakan 60 lebih nama domain dari beberapa lokasi, termasuk Jerman dan Rusia. Banyak serangan telah terjadi di negara-negara berbahasa Rusia. Namun, tidak ada bukti teknis yang kuat menunjukkan penyerang. 

Untuk mencegah bahayanya kejahatan cyber, Uni Eropa membuka Pusat Cybercrime Eropa. Dengan kehadiran lembaga in diharapkan tingkat cybercrime di sekitar benua Eropa dan negara lain di dunia akan menurun.
Peringati Kematian Aaron Swartz, Anonymous Bobol Situs MIT

Aaron Swartz, programmer yang juga pendiri situs Reddit, memang masih misteri. Namun, Anonymous memiliki cara sendiri untuk memberikan penghargaan kepada Swartz melalui internet.

Kematian Aaron Swartz nampaknya memberikan kesan yang mendalam bagi kelompok peretas Anonymous. Untuk memperingati kematian Swartz, Anonymous men-deface situs milik Massachusetts Institute of Technology (MIT).

Anonymous meretas dua situs milik MIT dan menggantinya dengan surat terbuka atas kematian Swartz. Dalam surat terbuka berlatar belakang hitam dengan tulisan berwarna merah itu Anonymous juga menyampaikan harapannya.

Pertama, Anonymous berharap tragedi ini menjadi dasar bagi reformasi hukum kejahatan komputer dan meminta jaksa bisa menegakkannya dengan baik.

Kedua, tragedi ini menjadi dasar reformasi bagi hak cipta dan hukum kekayaan intelektual. Mereka meminta kebijakan untuk mengembalikan prioritas kepentingan umum dibandingkan keuntungan pribadi.

Ketiga, pengakuan yang lebih besar pada penindasan dan ketidakadilan yang setiap harinya dilakukan oleh orang maupun institusi yang memiliki otoritas.

Terakhir, Anonymous berharap adanya pembaharuan komitmen kebebasan dan tidak adanya sensor internet serta kesetaraan akses maupun waralaba untuk publik.

Pada kasus MIT, Anonymous menjelaskan secara gamblang tuntutan mereka menanggapi kematian Swartz yang dianggapnya sebagai salah satu aktivis dunia internet. Mereka juga menyebutkan beberapa jasa yang diberikan oleh Swartz di dunia teknologi.

Uniknya, hacking kali ini berbeda dengan yang pernah dilakukan oleh Anonymous sebelumnya. Kelompok peretas ini dengan sopan menyampaikan permintaan maaf pada admin MIT atas tindakan yang mereka lakukan.

Kalimat yang digunakan dalam surat terbuka Anonymous juga jauh dari kata-kata kasar. Anonymous pun tak lupa menutup suratnya dengan ucapan 'Selamat Jalan Swartz, Semoga Kau Membaca dalam Tenang'. 
Anonymous Serang Pemerintah Meksiko


Anggota Anonymous Legiun Meksiko melakukan serangan pada situs pemerintah. Tak tanggung-tanggung, situs yang diretas kelompok itu milik Departemen Pertahanan Meksiko.

Serangan yang dilancarkan oleh Anonymous berupa denial-distributed-of-service atau biasa dikenal sebagai DDoS. Serangan itu beroperasi selama beberapa jam.

Selagi mereka menguasai situs pemerintahan tersebut Anonymous mem-post berbagai pandangannya pada pemerintah yang sedang berkuasa. Mereka secara lugas menyatakan bahwa pemerintah yang sedang berkuasa adalah pemerintahan yang buruk.

"Kami berjuang untuk bertahan hidup tapi ternyata pemerintahan yang buruk lebih menawarkan kematian sebagai masa depan," tulis Anonymous pada situs yang sedang diretasnya seperti dilansir oleh Cnet, Sabtu
Anonymous Meksiko juga menyatakan, "perjuangan kami adalah untuk perdamaian dan pemerintah yang jahat mengumumkan perang dan kehancuran."

Kelompok ini juga mengaku telah bekerjasama dengan Tentara Pembebasan Nasional Zapatista yang telah menyatakan perang dengan pemerintah Meksiko sejak 20 tahun lalu.

Nampaknya dalam melakukan aksinya Anonymous kian berlandaskan alasan politik. Sepanjang tahun lalu organisasi bawah tanah itu telah menghantam Departemen Kehakiman Inggris untuk membela Wikileaks, menghajar Pemerintah Suriah karena pemadaman internet dan menyerang Israel karena menolak invasi di Gaza.
Hacker Anonymous 'Deklarasi Perang' ke Pemerintah AS

Kelompok aktivis peretas (hacktivist) Anonymous menyerang situs salah satu lembaga pemerintahan di Amerika Serikat, United States Sentencing Commission. Ini merupakan lembaga federal independen yang bertanggung jawab dalam memberikan panduan tentang pengadilan federal di Amerika Serikat.


#minA sempat membuka situs yang beralamat di http://www.ussc.gov itu. Anonymous terlihat mengubah tampilan situs menjadi berlatar belakang hitam, dengan tulisan berwarna hijau. 

Dalam pesan yang juga disertai pesan video itu, Anonymous seperti mendeklarasikan perang terhadap pemerintah AS. Kelompok hacker itu juga seperti balas dendam atas kematian aktivis internet Aaron Swartz.

"Dengan kematian Aaron, kami tak bisa menunggu lebih lama lagi," tulis Anonymous. "Waktunya telah tiba bagi mereka untuk merasakan ketidakberdayaan dan takut akibat dipaksa ke sebuah permainan yang menyudutkan mereka," tulis Anonymous.

Mengapa Anonymous menyerang lembaga ini? Menurut Anonymous, USSC dianggap simbol ketidakadilan dan cocok dijadikan sasaran. 

"Panduan hukum federal memungkinkan aparat hukum berlaku tidak adil ke warga seharusnya memiliki hak yang dijamin secara konstitusi," tulis Anonymous. "Ini bukan satu-satunya aset pemerintah yang kami kendalikan, dan kami sudah berlatih untuk mengendalikan ini untuk beberapa waktu," lanjutnya.

USSC pun menjadi awal dari misi yang dinamakan Anonymous "Operation Last Resort". Selanjutnya, Anonymous akan menanam sejumlah 'peledak' (warhead) di sejumlah sistem yang sudah dikendalikan, yang disebut "compromised system". Anggota Anonymous pun diminta untuk menyebarkan file "primed, armed, and quietly distributed to numerous mirrors" (jadi prioritas, 'dipersenjatai', dan disebar ke sejumlah situs sejenis). 

Daftar situs yang menyimpan file untuk diunduh itu pun jadi tautan di bawah pesan 'deklarasi perang' Anonymous. Tapi Anonymous tidak menjelaskan file apa yang dimaksud.

Belum ada komentar resmi dari USSC dan pemerintah AS. Sehingga belum diketahui dampak dari serangan ini.
Tools yang dibutuhkan :
  • VC++
  • Microsoft DirectX 9.0 SDK (Summer 2004)



Okey setelah dapet Alat perang..

Langkah Pertama :

  1. Jalankan Visual C++  Express Edition, Setelah itu buat new Project.
  2. Pilih Visual C++, Empty Project dan namakan dengan nDolops D3Dbase.
  3. Ok Project telah dibuat, Setelah itu buat Header setelah itu Klik pada Project dan pilih Add New Item.
    Pilih Header File dan Namai dengan nDolopsMenuClass.h dan isikan code berikut :
    //==================================================================
    // This file is part of nDolopsbase d3d v1
    // (c) copyright nDolops 2013
    // special thanks to:
    //   ScorpionusErectus & My friends
    //   //nDolops4rt yang selalu dukung gw
    //   nyit-nyit.net
    //==================================================================
    #include "Functions.h"

    typedef struct{
        int index;
        char * title;
        int *hack;
        int hackmaxval;
        int hacktype;
        DWORD HCOLOR;
    }ITEM;

    class nDolopsMenu {
        public:
        LPDIRECT3DDEVICE9 pDevice;
        LPD3DXFONT pFont;

        int hackcount;
        int selector;
        int x,y,w,h;
        DWORD COLOR;

        ITEM HACKITEM[99];
        char hackrval[256];

        void CreateItem(int index, char * title, int *hack,int hackmaxval=1,int hacktype=0);
        void BuildMenu(char * menuname, int x, int y, int h, int w, DWORD TITLECOL, DWORD BACKCOLOR, DWORD BORDERCOLOR, LPDIRECT3DDEVICE9 pDevice);
        void RenderMenu();
    };

    typedef HRESULT ( WINAPI* oReset )( LPDIRECT3DDEVICE9 pDevice, D3DPRESENT_PARAMETERS* pPresentationParameters );
    typedef HRESULT (WINAPI* oEndScene)(LPDIRECT3DDEVICE9 pDevice);

    //Colors A,R,G,B Gan Silahkan dipakai untuk membuat Chams
    #define RED D3DCOLOR_ARGB(255, 255, 0, 0)
    #define GREEN D3DCOLOR_ARGB(255, 0, 255, 0)
    #define BLUE D3DCOLOR_ARGB(255, 0, 0, 255)
    #define WHITE D3DCOLOR_ARGB(255, 255, 255, 255)
    #define BLACK D3DCOLOR_ARGB(255, 0, 0, 0)
    #define YELLOW D3DCOLOR_ARGB(255, 255, 255, 0)
    #define TEAL D3DCOLOR_ARGB(255, 0, 255, 255)
    #define PINK D3DCOLOR_ARGB(255, 255, 240, 0)
    #define ORANGE D3DCOLOR_ARGB(255, 255, 132, 0)
    #define LIME D3DCOLOR_ARGB(255, 198, 255, 0)
    #define SKYBLUE D3DCOLOR_ARGB(255, 0, 180, 255)
    #define MAROON D3DCOLOR_ARGB(255, 142, 30, 0)
    #define LGRAY D3DCOLOR_ARGB(255, 174, 174, 174)
    #define DGRAY D3DCOLOR_ARGB(255, 71, 65, 64)
    #define BROWN D3DCOLOR_ARGB(255, 77, 46, 38)
    #define SHIT D3DCOLOR_ARGB(255, 74, 38, 38)
  4. Setelah itu buat Header lagi dan Beri Nama dengan Functions.h dan Isi dengan code berikut :
    //==================================================================
    // This file is part of nDolopsbase d3d v1
    // (c) copyright nDolops 20
    // special thanks to:
    //   ScorpionusErectus & My Friends
    //   //nDolops4rt yang selalu dukung gw
    //   nyit-nyit.net
    //==================================================================

    #include "SystemIncludes.h"

    void PrintText(char pString[], int x, int y, D3DCOLOR col, ID3DXFont *font)
    {
        RECT FontRect = { x, y, x+500, y+30 };
        font->DrawText( NULL, pString, -1, &FontRect, DT_LEFT | DT_WORDBREAK, col);
    }

    void FillRGB( int x, int y, int w, int h, D3DCOLOR color, IDirect3DDevice9* pDevice )
    {
        if( w < 0 )w = 1;
        if( h < 0 )h = 1;
        if( x < 0 )x = 1;
        if( y < 0 )y = 1;

        D3DRECT rec = { x, y, x + w, y + h };
        pDevice->Clear( 1, &rec, D3DCLEAR_TARGET, color, 0, 0 );
    }

    void DrawBorder( int x, int y, int w, int h, int px, D3DCOLOR BorderColor, IDirect3DDevice9* pDevice )
    {
        FillRGB( x, (y + h - px), w, px,    BorderColor, pDevice );
        FillRGB( x, y, px, h,                BorderColor, pDevice );
        FillRGB( x, y, w, px,                BorderColor, pDevice );
        FillRGB( (x + w - px), y, px, h,    BorderColor, pDevice );
    }

    void DrawBox( int x, int y, int w, int h, D3DCOLOR BoxColor, D3DCOLOR BorderColor, IDirect3DDevice9* pDevice )
    {
        FillRGB( x, y, w, h,        BoxColor, pDevice );
        DrawBorder( x, y, w, h, 1,    BorderColor, pDevice );
    }

    bool isMouseinRegion(int x1, int y1, int x2, int y2)
    {
        POINT cPos;
        GetCursorPos(&cPos);
        if(cPos.x > x1 && cPos.x < x2 && cPos.y > y1 && cPos.y < y2){
            return true;
        } else {
            return false;
        }
    }

    bool bCompare(const BYTE* pData, const BYTE* bMask, const char* szMask)
    {
        for(;*szMask;++szMask,++pData,++bMask)
            if(*szMask=='x' && *pData!=*bMask)
                return 0;
        return (*szMask) == NULL;
    }

    DWORD FindPattern(DWORD dwAddress,DWORD dwLen,BYTE *bMask,char * szMask)
    {
        for(DWORD i=0; i<dwLen; i++)
            if (bCompare((BYTE*)(dwAddress+i),bMask,szMask))
                return (DWORD)(dwAddress+i);
        return 0;
    }

    void *DetourFunction (BYTE *src, const BYTE *dst, const int len)
    {
        BYTE *jmp;
        DWORD dwback;
        DWORD jumpto, newjump;

        VirtualProtect(src,len,PAGE_READWRITE,&dwback);
     
        if(src[0] == 0xE9)
        {
            jmp = (BYTE*)malloc(10);
            jumpto = (*(DWORD*)(src+1))+((DWORD)src)+5;
            newjump = (jumpto-(DWORD)(jmp+5));
            jmp[0] = 0xE9;
           *(DWORD*)(jmp+1) = newjump;
            jmp += 5;
            jmp[0] = 0xE9;
           *(DWORD*)(jmp+1) = (DWORD)(src-jmp);
        }
        else
        {
            jmp = (BYTE*)malloc(5+len);
            memcpy(jmp,src,len);
            jmp += len;
            jmp[0] = 0xE9;
           *(DWORD*)(jmp+1) = (DWORD)(src+len-jmp)-5;
        }
        src[0] = 0xE9;
       *(DWORD*)(src+1) = (DWORD)(dst - src) - 5;

        for(int i = 5; i < len; i++)
            src[i] = 0x90;
        VirtualProtect(src,len,dwback,&dwback);
        return (jmp-len);
    } [/code][/spoiler]
  5. Buat Header lagi beri Nama SystemIncludes.h dan Isikan code berikut :

    //==================================================================
    // This file is part of nDolopsbase d3d v1
    // (c) copyright nDolops 2013
    // special thanks to:
    //   ScorpionysErectus & My Friend
    //   //nDolops4rt yang selalu dukung gw
    //   nyit-nyit.net
    //==================================================================

    #include <Windows.h>
    #include <stdio.h>
    #include <d3d9.h>
    #include <d3dx9.h>

    #pragma comment(lib,"d3dx9.lib")
  6. Klik pada Source Files kemudian Add New Item pilih C++ File (.cpp) Beri Nama D3dbase.cpp Isikan code berikut :
    //==================================================================
    // This file is part of nDolopsbase d3d v1
    // (c) copyright nDolops 2013
    // special thanks to:
    //   ScorpionusErectus &  My Friends
    //   //nDolops4rt yang selalu dukung gw
    //   nyit-nyit.net
    //==================================================================
    #include "nDolopsMenuClass.h"

    oReset pReset;
    oEndScene pEndScene;

    nDolopsMenu dMenu;

    LPDIRECT3DDEVICE9 g_pDevice = 0;
    //Mengatur Offset Font Menu Hack
    int xFontOffSet = 15;

    int hackopt1;
    int MenuHeight = 10;

    int show=1;

    int b = 0;
    //==================================================================
    //Menu HACK
    int hack1 = 0;
    int hack2 = 0;
    int hack3 = 0;
    int hack4 = 0;
    int hack5 = 0;
    //==================================================================

    void nDolopsMenu::CreateItem(int index, char * title, int *hack, int hackmaxval,int hacktype)
    {
        hackcount++;
        HACKITEM[hackcount].index = index;
        HACKITEM[hackcount].hack = hack;
        HACKITEM[hackcount].hackmaxval = hackmaxval;
        HACKITEM[hackcount].hacktype = hacktype;
        // Mengatur tinggi rendahnya Menu Hack
        PrintText(title, xFontOffSet, index*15,HACKITEM[hackcount].HCOLOR,pFont);
    }

    void nDolops enu::BuildMenu(char * menuname, int x, int y, int h, int w, DWORD TITLECOL, DWORD BACKCOLOR, DWORD BORDERCOLOR, LPDIRECT3DDEVICE9 pDevice)
    {
        if(GetAsyncKeyState(VK_INSERT)&1)show=(!show); //Memunculkan Menu HACK (INSERT)
        if(!show) {
            DrawBox(0,0, w, 20, BACKCOLOR, BORDERCOLOR, pDevice);
            PrintText(menuname, 5, 2, TITLECOL, pFont);
            return;
        }

        DrawBox(x,y, w, h, BACKCOLOR, BORDERCOLOR, pDevice); // Sesuaikan dengan Base Menu HACK
        PrintText(menuname, x+10, y+2, TITLECOL, pFont);
        CreateItem(1,"Ammo", &hack1);
        CreateItem(2,"Recoil", &hack2);
        CreateItem(3,"Wallhack", &hack3);
        CreateItem(4,"Chams", &hack4);
        CreateItem(5,"Apa aja deh", &hack5);
        RenderMenu();
    }


    void nDolopsMenu::RenderMenu() //Hotkey menu
    {
        if(GetAsyncKeyState(VK_DOWN)&1)
                selector++;

        if(GetAsyncKeyState(VK_UP)&1)
            if(selector > 1)
                selector--;

        if (GetAsyncKeyState(VK_RIGHT)<0){
            for(int i=0;i < (hackcount+1);i++){
               if(selector == HACKITEM[i].index){
                   if(*HACKITEM[i].hack < HACKITEM[i].hackmaxval)
                        *HACKITEM[i].hack += 1;

                        }
                }
        }

        if (GetAsyncKeyState(VK_LEFT)<0){
            for(int i=0;i < (hackcount+1);i++){
               if(selector == HACKITEM[i].index){
                   *HACKITEM[i].hack = 0;
                   Sleep(200);
                    }
                }
        }
     
        for(int i=0;i < (hackcount+1);i++){
            if(selector == HACKITEM[i].index)
                HACKITEM[i].HCOLOR = GREEN;
            else
                HACKITEM[i].HCOLOR = RED;
        }

        for(int i=1; i<(hackcount+1); i++){
            if(HACKITEM[i].hacktype == 0){
            if(*HACKITEM[i].hack == 1)

            // Mengatur tinggi rendahnya Menu Hotkey
            PrintText("On", xFontOffSet+100, HACKITEM[i].index*15,WHITE,pFont);
         else
            PrintText("Off", xFontOffSet+100, HACKITEM[i].index*15,RED,pFont);
     
            }
        }

        if(selector < 1)
            selector = 1;

        if(selector > hackcount)
            selector = 1;

        hackcount = 0;
    }

    void TestThread() //Memunculkan texk jika ON/OFF
    {
        if( hack1 == 1)
            PrintText("Jika Ammo [ON] text akan berubah warna", 30, 200, GREEN, dMenu.pFont);
        else
            PrintText("Jika Ammo [ON] text akan berubah warna", 30, 200, RED, dMenu.pFont);
    } //Sesuaikan saja

    void ReFont(LPDIRECT3DDEVICE9 pDevice) //Untuk penggantian font
    {
        if (g_pDevice != pDevice)
        {
            g_pDevice = pDevice;
            try
            {
                if (dMenu.pFont != 0)
                    dMenu.pFont->Release();
            } catch (...) {}
            dMenu.pFont = 0;
            D3DXCreateFontA(pDevice, 14, 0, FW_BOLD, 0, 0, DEFAULT_CHARSET, OUT_TT_ONLY_PRECIS, PROOF_QUALITY, DEFAULT_PITCH | FF_DONTCARE, "Arial", &dMenu.pFont );
        }
    }

    HRESULT WINAPI Reset(IDirect3DDevice9* pDevice, D3DPRESENT_PARAMETERS* pPresentationParameters )
    {
        dMenu.pFont->OnLostDevice();

        HRESULT hRet = pReset(pDevice, pPresentationParameters);

        dMenu.pFont->OnResetDevice();

        return hRet;
    }

    // Menu TITLE
    HRESULT WINAPI EndScene(LPDIRECT3DDEVICE9 pDevice)
    {
        ReFont(pDevice);
        dMenu.BuildMenu("Nyit-nyit.net 2013",0,0,190,200,RED,BLACK,GREEN,pDevice);
        TestThread();
        return pEndScene(pDevice);
    }



    int D3Dinit(void)
    {
        DWORD        hD3D, adr, *vtbl;
        hD3D=0;
        do {
            hD3D = (DWORD)GetModuleHandle("d3d9.dll");
            Sleep(10);
        } while(!hD3D);
        adr = FindPattern(hD3D, 0x128000, (PBYTE)"\xC7\x06\x00\x00\x00\x00\x89\x86\x00\x00\x00\x00\x89\x86", "xx????xx????xx");
        if (adr) {
            memcpy(&vtbl,(void *)(adr+2),4);
            pReset      = (oReset)    DetourFunction((PBYTE)vtbl[16]   , (PBYTE)Reset   ,5);
            pEndScene = (oEndScene)    DetourFunction((PBYTE)vtbl[42], (PBYTE)EndScene,5);
        }
        return 0;
    }

    BOOL WINAPI DllMain ( HMODULE hDll, DWORD dwReason, LPVOID lpReserved )
    {
        DisableThreadLibraryCalls(hDll);

        if ( dwReason == DLL_PROCESS_ATTACH ) {

            CreateThread(NULL, NULL, (LPTHREAD_START_ROUTINE)D3Dinit, NULL, NULL, NULL);
        }
        if( dwReason == DLL_PROCESS_DETACH)    {
            dMenu.pFont->Release();
        }
        return TRUE;
    }
  7. Kemudian Save All Project. Setelah project telah di Save lalu Compile/Start Debugging.
  8. Jangan lupa rubah Properties Project rubah Application (.exe) menjadi Dinamic Library (.dll)

Pada Fungtions.h void *DetourFunction

void *DetourFunction (BYTE *src, const BYTE *dst, const int len)
{
    BYTE *jmp;
    DWORD dwback;
    DWORD jumpto, newjump;

    VirtualProtect(src,len,PAGE_READWRITE,&dwback);
 
    if(src[0] == 0xE9)
    {
        jmp = (BYTE*)malloc(10);
        jumpto = (*(DWORD*)(src+1))+((DWORD)src)+5;
        newjump = (jumpto-(DWORD)(jmp+5));
        jmp[0] = 0xE9;
       *(DWORD*)(jmp+1) = newjump;
        jmp += 5;
        jmp[0] = 0xE9;
       *(DWORD*)(jmp+1) = (DWORD)(src-jmp);
    }
    else
    {
        jmp = (BYTE*)malloc(5+len);
        memcpy(jmp,src,len);
        jmp += len;
        jmp[0] = 0xE9;
       *(DWORD*)(jmp+1) = (DWORD)(src+len-jmp)-5;
    }
    src[0] = 0xE9;
   *(DWORD*)(src+1) = (DWORD)(dst - src) - 5;

    for(int i = 5; i < len; i++)
        src[i] = 0x90;
    VirtualProtect(src,len,dwback,&dwback);
    return (jmp-len);
} 

Bisa kalian ganti dengan :
void *DetourFunction (BYTE *src, const BYTE *dst, const int len)
{
        BYTE *jmp = (BYTE*)malloc(len+5);
    DWORD dwBack;

    VirtualProtect(src, len, PAGE_EXECUTE_READWRITE, &dwBack);
    memcpy(jmp, src, len); 
    jmp += len;
    jmp[0] = 0xE9;
    *(DWORD*)(jmp+1) = (DWORD)(src+len - jmp) - 5;
    src[0] = 0xE9;
    *(DWORD*)(src+1) = (DWORD)(dst - src) - 5;
    for (int i=5; i<len; i++)  src[i]=0x90;
    VirtualProtect(src, len, dwBack, &dwBack);
    return (jmp-len);
} 



 Credit : AlFanz Cyber4rt, ScorpionusErectus

AlFanz Cyber4rt